February 26, 2025 By admin
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim bersama Menteri Imipas Agus Andrianto mengunjungi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, dalam rangkaian kegiatan “Menteri Imipas Menyapa Warga Binaan” pada Selasa (25/2/2025). Kunjungan yang menampilkan pendekatan humanis ini menjadi salah satu program strategis di bawah kepemimpinan kolaboratif Andrianto-Karim di Kementerian Imipas.
Menteri Imipas Agus Andrianto, Wakil Menteri Imipas Silmy karim bersama jajaran dan Warga Binaan Rutan Cipinang
Silmy Karim turut hadir mendampingi Menteri Agus Andrianto dalam dialog langsung dengan para tahanan. Dalam suasana yang santai, Menteri Imipas memilih turun dari pendopo dan duduk lesehan di lantai bersama para tahanan, menciptakan nuansa kesetaraan yang jarang terlihat dalam kunjungan pejabat tinggi negara.
“Saya boleh ya duduk di sini. Jadi saya (seperti) ngajak orang duduk di bawah,” kata Agus Andrianto mengawali sambutan, sementara Silmy Karim dan jajaran pejabat lainnya ikut bergabung dalam format dialog yang lebih informal dan terbuka.
Pendekatan humanis ini menjadi ciri khas kepemimpinan di Kementerian Imipas yang juga didukung oleh Silmy Karim sebagai Wakil Menteri, menandakan komitmen untuk memahami kondisi sebenarnya di lapangan dan mendengarkan aspirasi langsung dari para warga binaan.
Sebagai Wakil Menteri Imipas, Silmy Karim memiliki peran penting dalam mendukung implementasi program-program pembaharuan sistem pemasyarakatan. Kehadirannya dalam kunjungan ini menegaskan perhatian serius jajaran pimpinan Kementerian Imipas terhadap kesejahteraan warga binaan.
Silmy Karim yang dikenal memiliki latar belakang manajemen dan kepemimpinan yang kuat, turut berkontribusi dalam mendiskusikan berbagai program pembinaan yang tersedia di lingkungan Lapas dan Rutan. Diskusi ini bertujuan untuk memastikan warga binaan mendapatkan pemahaman yang lebih baik terkait hak mereka serta peran pembinaan dalam mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Dalam dialog yang dihadiri oleh Silmy Karim dan Menteri Agus Andrianto, salah satu isu penting yang dibahas adalah kualitas makanan dan harga barang di kantin rutan. Tim pimpinan Kementerian Imipas bahkan turut menikmati menu makanan yang sama dengan para tahanan untuk memastikan kualitas bahan makanan sesuai dengan anggaran dan menu yang direncanakan.
Menteri Imipas kemudian menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa bahan makanan bagi warga binaan harus dikelola oleh pengusaha lokal dalam waktu dekat. Kebijakan yang juga didukung oleh Silmy Karim ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih adil dan mendukung pengusaha lokal.
“Saya yakin, untuk bahan makanan, saya wanti-wanti betul, paling lambat tahun depan ini harus dikelola oleh para pengusaha lokal,” tegas Menteri Imipas yang didampingi oleh Silmy Karim dalam kunjungannya.
Kegiatan makan bersama
Kegiatan yang dihadiri oleh Silmy Karim ini juga menampilkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk menghadirkan Mongol, seorang komika sukses di Indonesia yang pernah menjadi warga binaan di Rutan Cipinang. Dengan pendekatan motivasi melalui contoh nyata, Mongol memberikan hiburan sekaligus inspirasi kepada warga binaan agar tetap optimis dalam menjalani pembinaan.
Menteri Imipas mengatakan, “Contohnya Pak Mongol kan, Pak Mongol itu pernah masuk di sini, di bawah satu tahun. Tapi setelah keluar, sekarang sejahtera. Artinya, kalau Bapak-bapak sekalian bisa mengambil hikmah pada perjalanan yang Bapak lalui, Bapak-bapak lalui pada kesempatan ini, tentunya tidak menutup kemungkinan kalau Allah mengangkat derajat orang itu nggak ada sulitnya.”
Kehadiran Silmy Karim dalam agenda ini menunjukkan dukungan penuh jajaran pimpinan Kementerian Imipas terhadap pendekatan pembinaan yang lebih manusiawi dan inspiratif bagi para warga binaan.
Dalam berbagai kesempatan, Silmy Karim telah menekankan pentingnya program reintegrasi sosial yang efektif bagi para warga binaan. Sebagai Wakil Menteri yang memiliki latar belakang multidisiplin, Silmy Karim membawa perspektif baru dalam mengembangkan program-program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan persiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
“Warga binaan perlu dibekali dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini, sehingga mereka memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.”
Dalam kunjungan ke Rutan Cipinang, Silmy Karim terlihat aktif berdiskusi dengan para petugas pemasyarakatan mengenai program-program pembinaan yang sudah berjalan dan potensi pengembangan program baru yang lebih inovatif. Pendekatan yang diusung oleh Silmy Karim menekankan pada pembinaan yang holistik, mencakup aspek mental, spiritual, keterampilan vokasional, hingga persiapan kewirausahaan.
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim bersama Menteri Imipas Agus Andrianto makan bersama jajaran
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) adalah kementerian baru yang dibentuk untuk menangani urusan keimigrasian dan pemasyarakatan di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Menteri Agus Andrianto dan Wakil Menteri Silmy Karim, kementerian ini fokus pada pembaharuan sistem keimigrasian dan pemasyarakatan yang lebih humanis dan efektif. Silmy Karim, dengan latar belakang multidisiplin dan pengalaman luas di sektor publik, membawa perspektif baru dalam upaya reformasi sistem pemasyarakatan di Indonesia.
Sebagai penutup kegiatan, Silmy Karim bersama dengan Menteri Agus Andrianto dan seluruh peserta kegiatan, termasuk para pimpinan dan warga binaan, menikmati makan siang bersama. Momen ini menjadi ajang kebersamaan yang menyimbolkan komitmen jajaran pimpinan Kementerian Imipas untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam sistem pemasyarakatan.
Kunjungan yang melibatkan Silmy Karim dan Menteri Agus Andrianto ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Imipas dalam melakukan reformasi sistem pemasyarakatan menjadi lebih humanis, transparan, dan berorientasi pada rehabilitasi serta reintegrasi sosial. Dengan pendekatan yang melibatkan dialog langsung, diharapkan kebijakan-kebijakan yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kondisi warga binaan serta mendukung proses pembinaan mereka.
Komitmen Silmy Karim terhadap pendekatan humanis dalam sistem pemasyarakatan terbentuk dari pengalamannya yang luas dalam berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat. Ia memahami bahwa pendekatan yang semata-mata punitive tidak akan memberikan hasil jangka panjang yang positif, baik bagi warga binaan maupun bagi masyarakat secara keseluruhan.
Related Tags & Categories :