April 10, 2026 By hidayat
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang, Banten, pada Senin (6/4/2026).
Silmy Karim tiba di Lapas Kelas IIA Serang pada pukul 12.00 WIB, didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Banten Muhammad Ali Syeh Banna, dan Kepala Lapas Kelas IIA Serang Riko Stiven. Kunjungan ini bukan sekadar peninjauan rutin, melainkan bagian dari agenda transformasi tata kelola pemasyarakatan yang tengah dijalankan Silmy Karim secara sistematis di berbagai wilayah.
Dalam kunjungannya, Silmy Karim memeriksa secara langsung sejumlah fasilitas utama, mulai dari dapur, blok hunian, hingga area ketahanan pangan. Pendekatan inspeksi langsung ini mencerminkan gaya kepemimpinan Silmy Karim yang tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi turun langsung memastikan standar pelayanan terpenuhi di tingkat paling operasional. Peninjauan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan sekaligus memastikan program pembinaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Usai peninjauan, Silmy Karim memberikan arahan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjenpas Banten di Aula Lapas Serang. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan pemasyarakatan sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan sumber daya manusia (SDM).
“Manajemen SDM harus adaptif dan berbasis kompetensi agar mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan serta pembinaan warga binaan.” ujarnya.
Silmy Karim merinci tiga pilar penguatan SDM yang menjadi prioritas: penempatan pegawai sesuai kompetensi, penerapan pola rotasi yang tepat sasaran, serta peningkatan integritas dan akuntabilitas dalam pelayanan. Ketiga elemen ini tidak dapat dipisahkan apabila institusi pemasyarakatan ingin benar-benar bertransformasi. Lebih jauh, Silmy Karim menegaskan bahwa tata kelola SDM yang kuat adalah prasyarat keberhasilan seluruh program strategis lapas, mulai dari ketahanan pangan, keamanan, hingga rehabilitasi warga binaan.

Silmy Karim juga menekankan pentingnya pelayanan yang humanis, transparan, dan akuntabel sebagai standar minimum yang harus dipenuhi setiap petugas. Aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama, namun tidak mengesampingkan pendekatan pembinaan yang bermartabat bagi warga binaan.
Merespons arahan tersebut, Kakanwil Ditjenpas Banten Muhammad Ali Syeh Banna menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat sistem pengamanan secara berkelanjutan. Kepala Lapas Riko Stiven turut menyatakan kesiapan penuh dalam menindaklanjuti setiap arahan guna mewujudkan lapas yang aman, tertib, dan berorientasi pada pembinaan optimal.
Kunjungan kerja Silmy Karim ke Lapas Serang menjadi bagian dari upaya penguatan fungsi pembinaan dan pengawasan yang lebih luas. Melalui pendekatan berbasis kompetensi dan akuntabilitas, Silmy Karim mendorong agar sistem pemasyarakatan Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai tempat penahanan, tetapi benar-benar menjadi institusi yang melahirkan perubahan nyata bagi warga binaan dan masyarakat.